SECOND TIME

Cast: – Huang Zi Tao, Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Cemo cast: Suho, Sehun, Kris

Genre: Niatnya sih bikin Sad, nggak tau sedih apa nggak ini (?).

Rating: Terbilang masih aman untuk dibawah 17 Tahun

 

Seluruh alur cerita murni dari otak mimin yang nggak seberapa ini, kalau ada kesamaan cerita dll. Nggak tau mungkin Allah menakdirkan kita berjodoh #krik~garing. Canda, mungkin itu cuman kebetulan, soalnya ini bener-bener murni hasil pemikiran mimin sendiri loh nggak ada niru siapa pun #apasihmin ? hahaha…

Enjoy reading Guy’s…

 

 

Dont Read

.

.

.

.

.

.

.

KALAU NGGAK SUKA ! INI YAOI YAH !!!!

.

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

 

second-time

 

 

 

 

 

 

 

 

Namja manis itu terlihat sangat kacau. Matanya tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata.

Dia  terlihat benar-benar terpukul, dia terus menangis di samping tubuh Namjachingu nya yang hanya diam dengan macam-macam alat medis yang melekat di tubuhnya.

Seseorang ber jas putih di samping namja mungil itu mencoba untuk menenangkan nya. Tapi sia-sia, siapa yang tidak terpukul saat tiba-tiba melihat pasangannya sudah terbaring tidak berdaya seperti ini. Padahal baru beberapa jam yang lalu dia terlihat baik-baik saja. Dia mengalami sersn

“Irrona Tao-ei !!! Ayo bangun Chagi !! Aku tidak suka kamu tidur disini !! BANGUNN TAO-EI !!”.

Namja itu terus mengguncang tubuh Tao berusaha membangunkannya. Tapi nihil ! Tao tetap menutup rapat matanya, hanya suara alat pendetak jantung yang semakin melemah itu saja yang terdengar di telinganya.

Tidak ada lagi suara atau tawa Tao yang dia dengar.

“Sudahlah Baek, biyarkan Tao istirahat, kamu ha-”

“ANYIO !!! Tao tidak boleh istirahat sekarang ! Kami masih punya banyak rencana yang belum kami lakukan.. Hiks..”.

“Setidaknya dia harus bangun sekarang…. Hiks..hiks.. Bukannya kamu sudah janji besok kita akan kepantai? Kenapa sekarang kamu malah tidur disini? Hiks.. ”
Baekhyun terlihat seperti orang yang gila. Dia terus berbicara dengan orang yang bisa dikatakan dalam keadaan coma.

Jangankan bicara, sekedar menggerakan tubuh nya saja Tao sudah tidak mampu.

Meski tubuh Tao sudah tidak bisa dia gerakan lagi, tetapi dia masih sangat jelas mendengar jeritan suara kekasihnya yang terus-terusan memintanya untuk bangun. Jujur saat ini bukan hanya Baekhyun yang merasa tersiksa, Tao merasa lebih sakit lagi saat harus membiayarkan orang yang dia sayangi itu harus tersiksa karna nya.

Tao seperti merasa dicambuk mendengar setiap perkataan Baekhyun yang terus memintanya untuk bangun dan menepati janjinya. Ingin rasanya Tao bangun dan memeluk tubuh mungil itu untuk menenangkan nya. Sungguh Tao benar-benar tersiksa kalau harus membuat wajah manis itu kembali menderita karnanya, dan rasa bersalah itu pun kembali muncul…..

Tuhan ku mohon berikan  ‘kesempatan kedua’.
Biyarkan aku memperbaiki kesalahan ku, biyarkan aku menciptakan takdir ku sendiri, aku mohon tuhan….

 

 

-Tao POV-

Perlahan aku mulai bisa membuka mata ku, aku berada di tempat yg tidak asing. jarum infus masih menempel di pergelangan tangan ku, dan di sebelah ku juga terletak alat pendetak jantung. Semua masih sama, aku juga merasa tubuhku sekarang sudah bisa aku gerakan lagi. Aku seperti merasa kalau baru saja habis mimpi buruk, semua terasa begitu nyata.

“Kau sudah sadar Tao?”. Tanya seorang namja yang jelas aku tau siapa dia.

Dia adalah Suho dokter pribadiku.

Aku hanya mengangguk dengan ekspresi wajah penuh kebingungan. Jelas aku tidak mengerti dengan semua mimpi yang aku alami semalam tadi. Aku benar-benar merasakan tubuh ku saat itu seperti sudah di ambang kematian. Aku juga masih bisa mendengar dengan jelas suara parau Baekhyun yang terus memanggil nama ku.

 

Baekhyun !!

Benar dimana Baekhyun sekarang?

 

 

“Ada apa Tao? kamu seperti sedang kebingungan?”. Tanya Suho sambil berjalan mendekat kearah ku.

“Ahh~ anyi. Gwenchana, aku hanya mimpi buruk saja”. Sangkal ku.

“Baguslah, kondisi mu sudah mulai membaik. mungkin besok kamu sudah bisa pulang”. Jelas Suho

“Oh ia, karna ini musim dingin aku peringatkan kamu untuk tidak beraktifitas berlebihan di luar, kau me___”.

Aku membulat kan mataku,

Musim dingin? Bukan kah sekarang sudah musim panas.

 

“Musim dingin? Apa tidak salah?”. Potong ku disertai ekpresi bingung.

Suho mengerutkan dahi bingung.
Seketika wajahnya mulai berubah cemas.

“Apa ingatan mu sedikit terganggu Tao? apa mungkin gara-gara pengaruh cemo kamu jadi-”

“Nan Gwenchana”. Bantah ku menyakinkan Suho kalau aku dalam keadaan baik-baik saja.

Tapi Suho masih terlihat cemas, ‘Apa karna efek cemo ingatan Tao sedikit terganggu?,

“Hari apa ini Tao?” Tes Suho untuk lebih meyakin kan bahwa ingatan ku tidak sedang terganggu.

“Sabtu?”

Belum merasa puas Suho terus memberi pertanyaan untuk lebih meyakinkan lagi. Dan semua pertanyaan itu dijawab ku dengan benar, tidak ada yang aneh.

“Sekarang Tahun berapa?” Tanya nya lagi masih memastikan.

“2014, ayolah.. sudah aku bilang ak-”

Ucapan ku terhenti saat melihat perubahan ekspresi wajah Suho yang mendadak terkajut.

Aku tambah tidak mengerti melihat Suho yang hanya diam menatapnya dengan wajah seperti orang ketakutan.

“Wae? Ada apa, kenapa menatap ku seperti itu?”. Tanya ku bingung.

“Semua jawaban kamu sebelumnya benar, tapi…”

“Tapi apa? Ayolah ! Aku tidak suka bercanda”. Potong ku mulai tidak tenang.

“Kebanyakan orang saat kehilangan ingatannya, mereka hanya bisa mengingat kejadian tahun sebelumnya…”

“Besok kita harus melakukan CitiScan ulang, mungkin ada yang sa-”

“Katakan saja, aku tau ada yang tidak beres”. Potong ku menuntut kejelasan dari nya.

Sebenarnya Suho masih ragu dengan pemikirannya, tapi dia merasa ingatan ku maju 5tahun lebih cepat. Ini benar-benar kejadian langka yang baru dia temukan.

“Ini bukan tahun 2014, sekarang adalah 20 desember 2009 Tao. dan diluar sedang turun salju”. Jelas suho.

DEG !

  1. Apa-apaan ini, jelas-jelas sekarang tahun 2014. Tidak ada yang berubah dari ruangan ini, bagaimana mungkin Suho bisa bicara seperti itu.

 

Merasa tidak puas dengan jawaban nya, Aku mulai melirik handphone milik ku untuk memastikan ucapan Suho itu salah.

 

12:30

2009-12-20,Sabtu

 

 

Mata Ku melotot nyaris mau keluar, Apa aku salah mengatur Time di handphone semalam. Ada apa ini? jelas-jelas Aku yakin sekarang sudah tahun 2014. Merasa masih belum percaya, Aku mulai beranjak dari tempat tidurku menuju kearah jendela di kamar rawat rumah sakit ini. Memastikan bahwa sekarang adalah musim panas.

Namun lagi-lagi Aku  di buat bingung.

Benar, diluar sedang turun salju, bahkan sampai menutupi jalan dan taman di dalam rumah sakit itu.

Aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja aku alami ini, bagaimana mungkin ingatan ku bisa sampai dimasa depan. Apa aku sedang ada di dunia DO-RA-EO-MON?

Baekhyun !

“Dimana Baekhyun? Aku harus bertemu dengan dia sekarang !”. Aku mulai menayakan keberadaan Baekhyun kepadanya, aku yakin dia pasti tau Baekhyun sekarang ada dimana.

“Siapa yang kamu maksud?” Tanya Suho dengan wajah bingung.

Aku menatap dalam mata nya, aku yakin Suho pasti sedang membohong. Tapi nihil, tidak ada tanda-tanda Suho sedang berbohong. Wajahnya berubah bingung saat aku menyebutkan nama Baekhyun, dia seakan seperti asing dengan nama itu.

“Aku mohon jangan bercanda !!! Aku tau kamu mengenal Baekhyun !! Kalian sangat dekat ! kenapa bisa kamu tidak mengenalnya !!!” Aku mulai merancau kehilangan kontrol.

“Tenang dulu Tao. Aku memang benar-benar tidak kenal orang yang kamu maksud itu.”

“JANGAN BERCANDA !!! kamu sangat mengenalnya ! Dia orang yang sangat aku sayangi !!”. Bantah ku semakin kacau.

“Tao tenang dulu, ada yang harus ka-”

“Aku punya buktinya kalau kamu mengenal Baekhyun”.

Aku langsung mengutik-utik (?) Handphone ku seperti mencari sesuatu. Saat di ku buka Galery Handphone ku untuk mencari foto Baekhyun disana.

NIHIL !!! 
Aku sama sekali tidak menemukan satu pun foto Baekhyun disana. Anehnya, setiap foto kami berdua sekarang hanya tersisa foto ku seorang diri.

Rasanya mataku mau melompat dari tempatnya, bagaimana mungkin bisa? siapa yang menghapus foto Baekhyun?

Sampai pada foto saat aku sedang dirawat di rumah sakit. Aku masih ingat foto itu di ambil di taman rumah sakit ini. harusnya di foto itu ada kami bertiga, tapii… entah bagaimana bisa lagi-lagi gambar Baekhyun hilangdisana. Hanya ada aku dan Suho di gambar itu.

 

Ada apa ini ?

 

Suho yang dari tadi hanya diam memperhatikan sepertinya mulai mencoba menenangkan ku. Mungkin dia tau sekarang perasaan ku sedang terguncang hebat.

Entah bagaimana bisa ingatan ku bisa sampai dimasa depan, lalu menemukan sosok Baekhyun.

“Ada yang harus kamu tau Tao. Mungkin semua ingatan mu sekarang adalah takdir mu di masa depan. Dan orang yang kamu maksud itu mungkin juga adalah jodoh mu di masa depan”

“Aku juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi sama kamu. Karna jujur, aku baru pertama kali menemui kasus seperti ini. Mungkin sebaiknya kamu istirahat, besok aku akan memeriksa mu ulang”. Jelas Suho mencoba menenangkan ku.

Aku hanya diam, kali ini pandangan ku kosong kedepan. Aku masih tidak bisa berpikir jernih, bagaimana bisa ini semua terjadi?. Jika ini hanya sebuah mimpi, kenapa begitu trasa nyata.

Sekarang dipikiran ku hanya ada satu nama.

 

BAKHYUN ! DIMANA DIA SEKARANG?

 

 

To Be Continue……

 

 

 

Jeng.. Jeng I’m Come Back….

Hahahaha #tawatampadosa

Datang-datang bukan bawa lanjutan BoyWolf chap5 Ini malah ada cerita baru lagi. Hihihihi… #nyengirkuda.

Jadi gini para reader’s sekalian yang budiman, ekhm.. #tesnada. Saya mau kasih sedikit penjelasan yah kenapa tetiba munculin FF baru. Jadi ini tuh buat selingan aja sih, soalnya kalau saya boleh jujur #mukawaswas. BoyWolf chp5 nya baru setengah jalan, mimin lagi kumat penyakit nya, tetiba ilang gitu aja pikiran buat lanjutin nulis alhasil hehe.. #nyengirgaring. Sebagai permintaan maaf, mimin kasih Cuplikan FF di atas, Genrenya sih mewek, nggak tau seneng aja bikin FF sad-sad gini padahal nggak pernah dapat Feelnya kalau bikin cerita sedih /Heran ?/.

Kalau banyak yg komen suka dan minta lanjutin, ntr secepat kilat bakal mimin Post lanjutannya, yaa itung-itung sambil nunggu BoyWolfnya kan /mencobakompromi (?)/.

Hmm.. udah cukup sampai situ aja, ini mimin lagi ngetiknya di kantor wkkwwk /contohburuk, bukannya kerja/ jangan di tiru yaaahh..

 

 

Terimakasih Readr’s setia yang masih mau mampir baca, di tunggu yaah komennya wkwkwk… /Tetepmintakomen/. Tring.. -Hilang-

Fanfiction: Boy Wolf [YAOI] ChanBaek/ChanTAO/TaoRis/KrisBaek (Chap 4)

 

Cast             :              Huang Zi Tao, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Wu Yi Fan

Cemo Cast  :             Kyungsoo

Rating          :           T (aman di komsumsi untuk semua umur (?))

Genre           :           Tidak tau kategori apa ini Genrenya, tentuin aja sendiri yaa hehehe

Lenght          :          Chaptered

 

 

Annyeonghaseyo #kikuk

Setelah beraba-abad Hiatus, Akhirnya Selesai juga Chap 4 nya hehe… Terimakasih yang masih setiap sama FF abal ini, nggak mau banyak ngomong sih, soalnya ntr di bawah udah banyak curhatan saya hahaha…

Saya harap semua masih suka yah sama FF ini, walaupun lama banget baru aktif lagi. Tetap berikan dukungan kalian untuk FF ini terus berlanjut yaahh…

.

.

.

.

.

DON’T LIKE

.

.

DON’T READ

.

.

.

[NO PLAGIARISME]

Plagiat/penjiplakan/pengambilan karangan, adalah tindakan pidana karna mencuri hak cipta. Mari kita sama-sama menghargai hasil karya orang lain, karna tidak mudah untuk bisa mendapatkan sebuah ide cerita.

 

WARNING !!!!

Typo masih bertebar dimana-mana, alur cerita yang sedikit maksa, bahasa yang di gunakan juga masih kacau #berapanilaibahasaindonesiamuthor.

 

Seluruh alur cerita murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan tokoh/karater, plot, thema dll itu hanya kebetulan semata

 

 

 

 

 

Apakah perasaan semacam ini pantas untuk kami?

Apakah kami juga pantas merasakannya?

 

 

A-Ap-apa, kamu mem-benci mereka?”.

“Aku bukan hanya benci, aku juga ingin membunuh hewan itu dengan tangan ku sendiri.”

 

 

“Kau masih berfikir kalau dia itu saudara mu?”.

 

 

“Kalian itu berbeda. Apa kamu tidak sadar, TAO”

 

 

“Eomma salah ! Meskipun kita bersekolah tinggi sekali pun, itu tidak akan merubah kita menjadi manusia normal”.

 

“Sekali pun kita hidup di tengah-tengah mereka. Kita tetap hewan buas yang mengerikan. Bahkan mereka sudah menganggap kita monster !”

 

 

 

BOY WOLF

CHAP 4

 

 

 

 

07:00 PM KST

 

Ujian penerimaan Beasiswa sudah di mulai, Baekhyun terlihat begitu serius mengerjakan soal demi soal di lembar kerja nya. Tao yang dari tadi berdiri di balik jendela ruang kelas itu,  menyungging senyum tipis memperhatikan Baekhyun dari kejauhan. Sepertinya Baekhyun sudah mulai bisa terlihat tenang sekarang, tapi entah kenapa ada sedikit kekhawatiran di  wajah Tao.

∞∞∞∞

 

Room UKS

 

 

Tao tidak langsung pulang, selagi menunggu Baekhyun menyelesaikan ujian nya, Tao sengaja mampir ke UKS sekolah untuk mengobati luka di wajahnya. Sebenarnya luka seperti ini tidak ada sakitnya baginya, tapi dia hanya khwatir kalau nanti Eomma nya sampai melihat luka ini.

Tao mulai mengambil kotak P3K yang di letakan di sudut ruangan itu, setelah membuka kotak obat itu  dia malah terdiam menatap isinya yang sama sekali asing dipenglihatan nya.

‘Botol apa ini? Baunya tidak enak’

 

Tao mengendus botol obat merah yang di pegang di tangannya.

 

Sssrrreettt~~

 

Pintu ruang UKS pun tiba-tiba terbuka, spontan Tao langsung menoleh ke arah pintu.

Dari balik pintu muncul tubuh menjulang milik Chanyeol, dia melambaikan  tangan sambil memasang senyum khasnya.

“Haiii..” Sapa Chanyeol sambil berjalan kearahnya.

Tao hanya mentap datar kearah Chanyeol  tidak menggubris sapa’an nya. Sepertinya Chanyeol sudah mulai terbiasa dengan sifat Tao yang satu ini.

“Mau kau apakan obat merah itu?”. Tanya Chanyeol melirik kearah benda yang Tao pegang.

“Bukan urusan mu”. Jawab nya cuek.

Chanyeol mendecak kecil, sampai kapan dia bisa memulai pembicaraan yang baik dengan Tao.

“Heeyy ! Kenapa wajah mu itu?”. Ucap Chanyeol baru sadar melihat ada luka cukup panjang yang menggores pipi Tao sebelah  kanan.

Tao tidak menggubris ucapan Chanyeol, dia masih terlihat serius memperhatikan deretan isi di dalam kotak obat itu. Pasalnya dia sama sekali tidak mengerti mana yang harus dia gunakan lebih dulu untuk lukanya ini. Dia juga sama sekali tidak mengerti dengan perlengkapan medis seperti ini, biasanya setiap terluka dia hanya membiarkan nya begitu saja. Terkadang malah Eomma nya yang mengobatinya,

“Sini biyar aku yang obati”.

Tiba-tiba Chanyeol langsung merampas kotak obat itu dari tangan Tao, sempat ingin menolak tapi Chanyeol terus memaksa Tao untuk tetap tenang.

“Diam, dan duduk saja yang tenang”. Perintah Chanyeol dengan raut wajah serius.

Seperti terhipnotis Tao mengikuti perintah Chanyeol, Tao hanya diam saat Chanyeol sudah mulai membersihkan bekas darah yang sudah mengering di wajahnya.

“Aku tidak tau apa yang sudah kamu lakukan sampai lukanya seperti ini, tapi yang jelas kalau luka ini tidak segera di bersihkan ini bisa menjadi infeksi, Apa kau mengerti !”. Ucap Chanyeol panjang lebar.

Tao hanya membuang wajahnya saat mata mereka mulai bertemu. Chanyeol menghembuskan nafas berat melihat sikap Tao tidak kunjung mempunyai kesan baik kepadanya padahal dia sudah berusaha seramah yang dia bisa.

“Ini sudah selesai”.

Setelah selesai memberi sentuhan plaster luka di wajah Tao, Chanyeol mulai membereskan isi kotak obat itu.

Dia tau setelah ini paling Tao langsung pergi begitu saja seperti yang biasa dia lakukan. Saat Chanyeol kembali berbalik setelah menaruh kotak obat tadi ketempatnya, dia terkejut melihat rupanya Tao masih duduk manis di tempatnya tadi. Chanyeol menatap bingung, tumben Tao masih betah berada di dekat orang yang menurutnya berisik.

“Kau tidak langsung pergi?”. Tanya Chanyeol dengan wajah bingung.

Jujur sebenarnya di dalam hatinya dia senang karna setidaknya pertemuan mereka tidak sesingkat sebelum-belum nya. Tiba-tiba senyum mulai terukir di bibir namja jangkung itu (Tao juga jangkung sihh ??).

“Jam berapa ujiannya selesai ?”. Tiba-tiba Tao membuka suara, ini pertama kalinya Tao memulai percakapan saat sedang bersama Chanyeol.

Chanyeol mengerutkan dahi  ‘Ujian?’. Sedetik kemudian Chanyeol baru sadar kalau Baekhyun sekarang sedang melakaukan ujian beasiswa.  Jadi itu sebabnya dia masih disini

 

“Mungkin sekitar 15 menit lagi”. Jawab Chanyeol sambil melirik kearah jam tangannya.

∞∞∞

 

CHANYEOL POV

 

Walau terlihat dari luar dia itu Cuek dan dingin, tapi sebenarnya dia sangat menyanyangi adiknya. Buktinya dia rela menunggu Baekhyun selesai ujian.

 

Banyak hal dari dirinya yang membuat aku penasaran,

 

Pertama.

Tao dan Baekhyun adalah saudara, tapi kenapa mereka terlihat seperti dua orang asing. Dari sifat saja sudah bias di lihat perbedaannya.

 

Kedua

Apa mungkin mereka itu saudara kembar, selisih umur mereka berdua sangat dekat.

 

Hhhmm….

Kalau  memang mereka adalah saudara kembar, harusnya ada sedikit saja kemiripan antara mereka. Tapi kenyataanya mereka 100 drajat berbeda.

Ada banyak keganjalan dari mereka, belum lagi kebiasan mereka yang benar-benar bertolak belakang.

Baekhyun menyukai dan tidak merasa tergangu dengan keramaian, sedangkan Tao kebalikannya.

 

Hey !!

Kenapa aku tiba-tiba penasaran dengan pribadi mereka berdua.

 

 

Saat aku sedang asik dengan lamunan ku sendiri mendadak Tao mulai membuka pembicaraan duluan.

 

“Apa aku boleh mengajukan pertanyaan?” Ucapnya sambil menatap ku serius.

 

Aku terkejut, apa aku salah dengar atau kepala Tao habis terbentur sesuatu.

Sorry kalau sedikit lebay, hanya saja ini benar-benar sesuatu yang langka, Tao mau memulai pembicaraan dengan ku. Kalian para Readers pasti sudah tau kan bagaimana watak Tao di Chapter-Chapter sebelumnya.

 

Belum sempat aku menjawab, dia memulai ucapannya lagi. Sepertinya dia tidak butuh jawaban ku untuk pertanyaanya.

 

“Aku tidak tau apa yang habis kalian bicarakan, tapi aku mohon…..” ucapanya terpotong.

 

Mata panda itu menatap ku intens, aku sedikit bingung dengan maksud ucapannya.

 

“Jangan buat Baekhyun menderita.” Lanjutnya dengan raut wajah seperti memohon.

 

Aku hanya bisa diam, aku tidak tau harus bicara apa, melihat Tao mau berbicara dengan ku saja sudah cukup membuat ku terkejut. Sekarang dia bicara pada ku seperti memohon.

 

Ada apa ini??

 

Tao mulai berdiri dari posisinya, dia mulai berjalan perlahan kearah pintu UKS. Tapi baru berapa langkah dia berhenti, seperti ada lagi yang ingin dia katakan, dia hanya menatap kearah ku yang masih terdiam kebingungan lalu berlalu dan menghilang di balik pintu UKS.

 

Aku tidak tau apa maksud dia berkata seperti itu, tapi yang aku rasa, dia tidak bercanda saat mengatakannya. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang serius.

 

‘Memangnya kenapa dengan Baekhyun? Apa yang salah dengan aku?’

 

Sebenarnya waktu jam pelajaran terkahir tadi aku hanya berbohong ijin ke Toilet, Sebenarnya aku juga ikut mencari Baekhyun, aku merasa harus ikut serta karna sebelum Baekhyun menghilang kami sempat bercerita di ruangan ini. Tidak ada gelagat aneh waktu itu, hanya saja sepintas aku sempat melihat ada perubahan ekspresi pada wajah Baekhyun.

∞∞∞

 

 

3 HARI KEMUDIAN-

 

 

Selama tiga hari ini aku jarang bertemu dengan Baekhyun kalau bukan di kelas saja, selepas dari itu entah itu jam istrahat atau jam olah raga aku nyaris seperti kehilangan jejak Baekhyun. Di kelas pun dia hanya diam saat jam pulang sekolah dia langsung buru-buru bergegas pulang belum sempat aku mau mengajaknya bicara.

 

Apa benar kejadian 3 hari yang lalu itu karna ulah ku? Tapi apa salah ku, aku merasa tidak pernah menyakiti Baekhyun. Apa mungkin aku ada salah bicara?

 

Terus-terusan aku memikirkan apa kesalahan ku kepada Baekhyun sampai-sampai membuat ku gila sendiri. Ucapan Tao waktu itu, di tambah perubahan drastis Baekhyun. ‘Ada Apa Ini semua !!’

∞∞∞

 

 

AUTHOR POV

 

 

Chanyeol hanya duduk diam di bangku taman belakang sekolah, terlihat dia seperti orang depresi. Dia hanya diam dengan tatapan kosong kedepan.

 

“Hey, Park Chanyeol”. Sapa Wufan yang tiba-tiba sudah duduk di sampingnya.

 

Chanyeol sedikit terkejut dengan kemunculan Wufan yang mendadak, pasalnya dia tidak mendengar ada orang yang berjalan kearahnya. Atau mungkin karna pikirannya saja yang lagi kacau makanya dia yang tidak sadar kedatangan  Wufan.

 

Chanyeol mengerutkan dahinya bingung, ini pertama kalinya Wufan mengajaknya bicara. Selain Tao, murid bisu dikelas bertambah satu orang lagi pasalnya Wufan mempunyai sifat yang sebelasduabelas seperti Tao.

 

Chanyeol hanya menjawab dengan senyuman canggung.

 

Mungkin dia merasa aneh harus berinteraksi dengan Wufan.

 

Hmm.. sedikit menggambarkan perasaan Chanyeol yaaa…

Walau Wufan dan Tao itu sifatnya hampir sama, tapi Tao berbeda dengan Wufan. Meskipun Tao orangnya cuek, masa bodoh dan dingin, tapi saat Chanyeol berada atau berinteraksi dengannya Chanyeol merasa nyaman. Berbeda dengan Wufan, sifat boleh sama tapi ada satu yang membedakan Wufan dan Tao.

 

Aura

 

Wufan seperti memiliki Aura yang membuat orang-orang merasa takut untuk harus berkomunikasi atau berinteraksi dengannya. Selain tatapannya yang tajam dan dingin, Kharisma Wufan yang lebih dingin membuat siapa saja malas berurusan dengan dia. Begitu juga dengan nya, Wufan sedikit memiliki emosi yang kurang Stabil, pernah waktu itu saat jam pelajaran olah raga, mereka sedang bermain bolasepak. Karna kekurangan anggota Kyungsoo langsung mendatangi Wufan yang dari tadi hanya duduk di salah satu anak tangga.

Bukan nya menyambut baik ajakan Kyungsoo, Wufan malah berdiri lalu mengambil bola yang akan di gunakan mereka bermain dan menghancurkannya hanya dengan sekali cengkraman.

Semua orang disana pun kaget dan tidak percaya, bagaiamana bisa dia menghancurkannya.

 

“Aku tidak tertarik dengan aktifitas kalian, lebih baik kalian menyingkir”. Ucapnya dingin lalu dengan santainya berjalan meninggalkan Kyungsoo yang nyaris hampir keluar bola matanya karna terkejut.

 

Berbeda dengan Tao yang lebih bisa bersikap tenang saat mengatasi emosinya. Setidak sukanya Tao terhadap sesuatu, dia tidak pernah melakukan tindakan arogan seperti Wufan.

 

Sejak saat itu semua murid di sekolah takut jika harus berurusan dengannya, Wufan ibarat seperti Gengster di sekolah, bahkan tidak segan guru pun pernah dia lawan.

 

Jadi sudah dapat gambaran kan gimana rasanya harus bertemu dengan orang seperti Wufan ini, itu juga yang sedang Chanyeol rasakan saat ini.

 

“Tidak perlu menatap ku seperti itu, aku bukan mau makan mu”. Wufan sedikit rishi dengan tatapn Chanyeol yang menatapnya aneh.

 

“Aa~~ Mianhae, Aku cuman sedikit terkejut saja kamu tiba-tiba ada disini”. Karang Chanyeol mencairkan Suasana.

 

Wufan tersenyum kecil.

 

“Apa kamu kaget aku sapa seperti ini?”. Tanya Wufan sambil tertawa.

 

Tidak ada yang lucu tapi dia tertawa (?)

 

Chanyeol hanya tersenyum aneh, jujur saja dia merasa risih dengan keberadaan Wufan Saat ini. Dia sedang ingin menenangkan pikirannya sendirian. Apa maksudnya mendatangin Chanyeol sekarang ini, Wufan bukan tipe orang yang mau berinteraksi, pastinya hal ini hanya membuang-buang waktunya saja.

Pasti ada maksud tertentu.

 

“Aku lihat, Baekhyun sepertinya menghindarimu akhir-akhir ini”.

 

Chanyeol langsung menatap Wufan kaget bercampur bingung, jadi diam-diam dia memperhatikan mereka.

 

“Bagaimana kau tahu? Lalu apa urusannya dengan mu!”. Tanya Chanyeol penuh selidik.

 

Wufan menyungging senyum, sekarang aura liciknya mulai muncul.

 

“Itu hal yang mudah buat aku…”. Jawabnya seperti meremehkan kebingungan Chanyeol.

 

Chanyeol masih terus menatap Wufan bingung, untuk apa dia membicarakan hal ini dengannya.

 

“Aku peringatkan kamu, Kalian bukan lawan kami”. Sambung Wufan sambil tersenyum meremehkan.

 

“Mworago?”. Ulang Chanyeol bingung.

 

Wufan berdiri dari posisinyanya,

 

“Tunggu saja, Akan ada tontonan seru sebentar lagi”. Ucapnya sambil berlajan perlahan pergi meninggalkan Chanyeol yang di buat tambah kebingungan.

 

Chanyeol terlihat seperti berperang dengan pikirannya, belum selesai dia mencerna permohonan Tao waktu itu, masalah Baekhyun, sekarang muncul lagi Ucapan Wufan yang semakin membuat otaknya mau meledak.

 

“Apa maksudnya semua ini !!!”. Kesal Chanyeol karna tidak bisa menemukan jawaban dari semuanya.

∞∞∞

 

 

09:35PM KST

 

 

Baekhyun hanya duduk termenung di meja belajarnya, tidak ada niat sama sekali untuk belajar. Wajahnya masih terlihat sedih, dia terus mengingat perkataan Chanyeol waktu itu. Dan setiap mengingat itu Baekhyun rasanya sekarat.

 

Dia mulai mencintai Namja jangkung itu, Chanyeol lah penyemangatnya untuk terus berusaha menjadi manusia. Mati-matian dia mematikan insting binatangnya jika emosi datang menjalar ke tubuhnya. Jujur saja, Baekhyun tipe orang yang mudah terpancing emosi, jadi tidak heran kalau dia harus berkerja ekstra menahan dirinya agar emosi tidak membutakan pikirannya.

 

Tapi sekarang, orang yang menjadi penyemangatnya malah menjadi orang yang paling membencinya.

 

Terlalu asyik dengan lamunanya Baekhyun sampai tidak sadar Ny. Hwang dari tadi memanggilnya di lantai bawah. Di lantai bawah adalah kios bunga milik mereka.

 

“Baekhyun­-a… apa kau mendengar Eomma, kemari sebentar”. Teriak Ny. Hwang

 

Dengan malah Baekhyun bangkit dari meja belajarnya, Baekhyun itu tipe anak yang menurut dengan Eomma nya.

 

“Ini, bisa tolong antarkan pesanan bunga ini, kealamat ini yaa”. Ny. Hwang langsung menyerahkan satu buket Lili putih beserta alamat penerimanya, setibanya Baekhyun di bawah.

 

Baekhyun menatap Ny. Hwang bingung.

 

“Hari ini Adik mu sedang ada urusan di luar tadi sore dia sudah pergi, jadi tolong yaa”.

 

Ny. Hwang langsung tau maksud tatapan Baekhyun, karna urusan mengatar pesanan memang Tao yang melakukannya.

 

“Ini jam 9 lewat Eomma, tidak bisa besok saja mengantarnya?”.

Baekhyun hari ini benar-benar sedang tidak Mood.

 

”Kata pemesannya bunga itu mau dia berikan ke seseorang malam ini juga, lagi pula dia membayar lebih kok. Besok uang jajan mu Eomma tambah, Eotte??”.  Rayu Ny. Hwang mengajak kompromi.

 

Dengan wajah cemberut Baekhyun langsung mengambil Sweater coklat miliknya dan langsung bergegas pergi. Dia pergi bukan karna Ny. Hwang mengiming-imingi akan menambahkan Uang jajannya, tapi dia lelah selalu di anggap seperti anak kecil oleh Eomma nya.

∞∞∞

 

 

Baekhyun POV

 

 

Aku langsung mengambil Sweter ku yang ak letakan di meja kasir saat pulang sekolah tadi dan pergi.

 

Aku benci setiap Eomma  selalu memperlakukan aku seperti anak kecil, untuk apa di bujuk seperti itu. Memangnya aku seperti Tao, yang setiap melakukan sesuat harus di iming-imingin sesuatu.

 

Aku memperhatikan alamat rumah pemesan ini, aku merasa tidak asing dengan rute yang aku laluli ini, rasanya aku pernah melewatinya. Ku ikuti terus alamat yang aku pegang ini. Cukup berjalan 20 menit aku langsung menemukan alamatnya. Aku berdiri tepat di depan pagar besar rumah si pemesan.

 

‘Dia pasti orang kaya’. Batin ku.

 

Bisa di lihat dari luar saja sudah menandakan si pemilik ini pasti seorang pengusaha atau mentri, pagarnya saja hampir mengalahkan tingginya rumah ku.

 

Ting Tong~

 

Aku memencet bel yang ada di sana, ada sekitar 5 menit aku menunggu sambil beberapa kali mengulang memcet belnya, terdengar suara dari arah belnya.

 

“Siapa yaa?”. Suara berat itu muncul dari speaker bel.

 

“Saya mau mengantarkan pesan bunga untuk Mr. Park”.

“ Baik, tunggu sebentar”.

 

Tidak lama pintu pagar raksasa itu terbuka, lalu muncul lagi suara dari arah speaker bel itu (Reader’s paham aja kan maksudnya, itu loh bel-bel yang sering kita liat di dramkor).

 

“Masuk saja, tunggu di dalam, di luar dingin”. Ucap orang itu dari seberang sana.

 

Aku mengerutkan dahi bingung, sempat membatin orang ini ramah juga.

Aku melangkah masuk kedalam, setelah di dalam pemikiran ku tentang rumah ini tidak salah. Ini pasti milik seorang kaya raya, baru halamannya saja aku liat sudah sangat luas dan indah.

Sambil menunggu aku melihat-lihat kesekitar rumah ini, halamannya saja bisa muat untuk landasan Halikopter, kolam renang yang luas, belum lagi di ujung sana sepertinya aku melihat seperti lapangan Golf.

 

Saking kagumnya aku sampai tidak sadar ternyata ada seseorang berdiri tepat di belakang ku.

 

“Hay, Baekkie…”

 

DEG !!!

 

Pikiran ku mendadak buyar, rasa-rasanya tubuh ku seperti tersengat alarin listrik cukup tinggi. Tubuhku mendadak kaku untuk di gerakkan.

 

Aku hapal suara ini, saking hapalnya hampir setiap hari aku merasa mendengar suara khas ini. Badan ku panas dingin, apa mungkin aku salah mengenali suara.

 

Tidak mungkin, satu-satunya orang yang memanggil ku Baekkie hanya…

 

Sebuah tangan besar langsung memaksa ku berputar menghadap kearahnya..

 

 

DEG ! DEG ! DEG !

 

Jantung ku berdetak tidak normal, nafas ku terasa tersumbat oleh sesuatu. Benar, aku tidak salah mengenali suaranya.

 

Aku masih tidak berani menatap kearahnya, setiap aku melihatnya aku merasa seperti sampah yang tidak berguna, aku tidak pantas untuknya.

 

“Baekkie-a… lihat aku”. Pintanya dengan suara lembut.

 

Tidak !!

Aku tidak mau melihatnya, aku masih belum bisa melupakan ucapannya waktu itu. Bagaimana penggambaran dia tentang makhluk seperti ku. Dia menganggap ku monster !!!

Aku harus sadar diri, aku tidak pantas untuk dia.

 

“Aku kesini cuman mau mengantarkan pesanan ini, aku harus pulang”. Aku langsung menggeletakkan bunga pesanannya dan beranjak pergi tanpa melihat kearahnya.

 

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku senang bisa berada di dekatnya lagi. Tapi di sisi lain, aku harus sadar diri, aku harus tau diri. Sebelum dia tau siapa aku sebenarnya aku harus lebih dulu menghilang dari kehidupannya.

 

“Tunggu Baek, ada yang mau aku bicarakan”.

Dia berhasil mencegat ku, langkah ku kalah panjang dengan nya.

∞∞∞

 

 

 

 

 

CHANYEOL POV

 

 

“Aku kesini cuman mau mengantarkan pesanan ini, aku harus pulang”.

Dia meletakan bunga pesanan ku sebarangan lalu melangkah pergi tampa menatap kearah ku.

 

Padahal aku sudah susah payah mengatur scenario ini dengan Tao agar aku bisa bertemu dengan nya, aku yang meminta bantuan Tao untuk bisa berbicara dengan Baekhyun.

 

Usaha ku tidak boleh sia-sia, tidak akan aku biyarkan kamu menghindari aku lagi.

 

Aku langsung bergegas berlari mengejarnya, untuknya dia tidak terlalu laju berlari, Baekhyun memang sedikit payah kalau soal berlari. (Padahlkan Author kasih dia peran Srigala kok masih payah larinya, dasar pendek #dilemparpanciBaekhyun).

 

“Tunggu Baek, ada yang mau aku bicarakan”.

Ucapku sambil menahannya.

 

“Pergi ! Aku tidak mau melihat mu lagi”.

 

Mata ku melotot, kenapa dia tidak mau melihat ku?

 

Aku memperkuat genggaman ku di lengannya menahannya untuk tidak pergi.

 

Tiba-tiba aku merasa tubuhnya bergetar,

 

Hiks..

 

Dia  menangis

 

Aku semakin bingung, memangnya aku ada salah apa sampai dia seperti ini. Tubuhnya semakin hebat bergetar, isakannya pun sekarang terdengar jelas. Tanpa aba-aba aku langsung menariknya kepelukan ku, awalnya aku pikir dia akan menolak.

 

Ternyata tidak.

 

Dia menangis di pelukanku, tangisannya pun semakin hebat.

Aku hanya bisa mengelus-elus punggungnya. Mencoba menenangkannya.

 

“Saranghae, Park Chanyeol….”

 

DEG !

 

 

 

 

TBC

Alhamdullilah akhirnya selesai juga Chapter 4 nya. Udah kepending berapa tahun yaaa… hehehe #nyengirkuda

Maaf ya, Author hiatus lama bingiitsss…. Padahal udah banyak yang minta chap 4 nya. Dan alhasil di tahun 2016 ini Chap 4 nya rampung #duhlebaynya

Maaf juga buat yang komen-komen kemarin nggak sempat di balas, ekhm.. dikit cerita. Jadi gini… kan Author lagi sibuk Kuliah sambil Kerja, jadi udah jarang banget ngecek WP/Blog. Beda waktu tahun kemarin saya masih jadi pengacara (pengganguran banyak acara). Daah ahh cukup cuap-cuapnya.

Gimana chap 4 nya?? Maaf yahh kalau jelek alur sama ceritanya, soalnya udah laamaaaaaaaaaaa banget baru bisa lanjutin chap4nya, jadi sorry kalau feelnya kurang dapat.

Di chap ini aku mau sedikit angkat karakter Wufan, soalnya di Chap sebelumnya cuman gambaran-gambarannya aja kan hehee..

Terus di chap ini jga aku udah mau mulai banyakin partnya ChanBaek, soalnya kaenya pada gk ikhlas kalau Chan di pisahkan dari Baekhyun wahahaha…

Dan jangan kaget yaahh kalau chap 5nya saya Proteksi alias gembok alias kunci alis Silent Readr’s nggak bisa baca hohohoho #tawaevil.

Untuk mendapatkan PW nya ya gampang kok, cukup komen di setiap Chap FF Boy Wolf.

Bukan sekedar komen yaahh,, harus berupa masukan dan saran yang membangu, supaya kedepanya FF ini bisa lebih bagus lagi dan bisa menghibur kalian semua #padahalabsrutceritanya.

Tidak terima KRITIKAN PEDAS atau UNSUR-UNSUR yang berbau Bhas de el el. Yaa di harapkan ke makluman kalian semua lah, Nulis FF ini butuh konsentrasi yang penuh, suasana hati yang lagi tidak sedang galau, dan pastinya semangat ! jadi mohon kerja samanya yahh Readr’s tercintaaa .

Cukup curcolnya, sampai bertemu di Chap selanjutnya #kisssatu-satu.

 

credit: hyunricho

FanFiction || 10080 || ChanBaek || IndoTranslate

 Chanyeol wanted a divorce. Baekhyun asked for a week.
****

Hanya tujuh bulan mereka berstatus pacaran. Kebahagiaan mereka terukur dalam jumlah tawa yang mereka bagi, jumlah malam-malam tanpa batas dimana mereka menghabiskan waktu di lengan yang saling memeluk dan jumlah cinta yang mereka miliki untuk satu sama lain. Ciuman-ciuman singkat di kampus sudah cukup untuk mereka, karena saat-saat bersama yang dihabiskan saat malam lebih dari sekedar cukup. Perlu waktu dua minggu untuk Chanyeol mengumpulkan keberanian mendekati pria berambut cokelat yang ceria dan berpostur tubuh mungil di salah satu kelasnya, tetapi hanya perlu satu detik untuk Baekhyun mengatakan iya untuk apapun itu yang ditanyakan pria bertubuh tinggi itu.

Lanjutkan membaca “FanFiction || 10080 || ChanBaek || IndoTranslate”

Fanfiction: Boy Wolf [YAOI] ChanBaek/ChanTAO/TaoRis/KrisBaek (chap 3)

BOY WOLF 3 (1) BERHASIL

Cast           :           Huang Zi Tao

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Wu Yi Fan

Main Cast  :           Kim Joong In (KAI)

Zhang Yi Xing (LAY)

Rating       :           T (aman di komsumsi untuk semua umur (?))

Genre        :           Kalian tentuin sendiri aja deh. Heheh…

Lenght          :               Chaptered

Chapter 3 pun akhirnya pubhlis juga, dengan begitu banyak halang melintang (lebe amat nih author) saya akhirnya bisa menyelesaikan nya. Sebelumnya saya makasih banget yah sama kalian yang masih setia dan mau menunggu FF gaje ini Hehehe… mian kalau waktu publishnya terlalu lama, soalnya kemaren mendadak sibuk. Sebenarnya FF ini udah lama jadi dan saya publish di blog saya duluan.  Cuman kalau disini baru sempat hari ini, mian #bow. Semoga kalian nggak bosan dan tetap setia menunggu chapter-chpater selanjutnya ya ^^ . Bingung mau ngomong apa lagi udah langsung kecerita aja ya

HAPPY READING….

DON’T LIKE

DON’T READ

[Warning: Masih banyak typo dimana-mana (kebiasaan hehe). Alur cerita membosankan, gaje, garing kaya kripik, bahasa yang di pakai masih kacau.]

Seluruh alur cerita murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kesaam tokoh/karater, plot, thema dll itu hanya kebetulan semata. DILARANG MENGCOPY PASTE/ MEMPERBANYAK CERITA tanpa seijin dari saya. !!! Belajar untuk menghargai karya orang lain ^_^.

“Apa kabar, Hwang Zi Tao”. Ucap orang asing itu kepada Tao.

Lanjutkan membaca “Fanfiction: Boy Wolf [YAOI] ChanBaek/ChanTAO/TaoRis/KrisBaek (chap 3)”

FanFiction: [Yaoi] That Should Be Me | Kristao | Kray |OneShot

 

 TY

 

Judul: That Should Be Me

Cast: Huang Zi Tao, Wu Yi Fan, Kim Joong In, Zhang Yi Xing

Genre: SAD, Hurt (sepertinya gagal)

Rating: T(aman untuk semua umur hehe)

 

 

Annyeong saya datang lagi… saya datang lagi dengan FF yangn baru.Nggak tau dapat ide dari mana bisa-bisanya bikin FF ancur kae gini hehe.. sebelumnya minta maaf ya kalau feel nya nggak dapat sama sekali #BOW. karna saya kurang berbatkat bikin FF genre mewek begini, ini sebenarnya cerita dari curhatan teman saya, tapi dengan teganya saya pubhlis ke halayak wkwkwkwk #tandukevil. ssttt… jangan sampe ketahwan dia deh wkwk.. tapi cerita nyatanya belumk sampe nikah kok. abis otak saya udah buntu nggak ada ide buat FF baru lagi, alhasil gue curi curhatan dia. cukup ng’nes yah dia… kita berdoa aja semoga teman saya bisa bahagia setelah lepas dari namja (banci) kae gt #kenapa jadi malah curhat –“.

Yodah daripada saya banyak bicara langung aja ya…

Semoga kalian suka ^^#sayacintakaliansemua

 

 

[WARNING: TYPO masih menghiasi FF ini dimana-mana(kebiasaan),alur cerita pasaran, gaje,bosenin dll.mungkin SAD nya gagal hehehe… ]

 

 

HAPPY READING

.

.

DON’T LIKE

.

.

DON’T READ

 

 

 

FLASHBACK-

 

“Kamu harus tau, kalau Kris itu bukan namja baik-baik. Dia jahat Tao”.

“DIAM KAI!!!! aku yang lebih mengerti dia! “

“percayalah Tao, aku hanya tidak ingin ka-“

“Jangan ikut campur urusan ku. Aku percaya Kris bukan orang seperti itu” Lanjutkan membaca “FanFiction: [Yaoi] That Should Be Me | Kristao | Kray |OneShot”

FF [YAOI] BOY WOLF // Chapter 2

cover ff

 

Judul : BOY WOLF// chap 2

Cast : Huang Zi Tao/Byun Baekhyun/Wu Yi Fan/Park Chanyeol/ Ny Hwang OC

Main Cast : Suho/Lay/Joong In

Rating : T (masih aman)

Genre : (Kalian aja yang tentuin, author mah ngikut aja #LOH)

Lenght : Chaptered

 

 

 

Akhirnya Chapter 2 publish juga, maaf ya agak lama publishnya. Soalnya ngeditnya agak lama, kudu baca satu-satu lagi. Tapi maaf lagi kalau hasilnya (masih) parah HEHEHE…
Di Chapter 1 kemaren banyak yang komplen Baekhyun terlalu nista ya? Mian banget, gk ada maksud kok bikin karakter Baekhyun jadi gitu hehe… tapi tenang di Chap ini udah gak ada yang di nistain lagi wehehe… mian juga kalau ada yang gk suka sama Chap kemaren yang ada banyak ChanTao moment #Bow sampetanah. Ya udah gak usah banyak ngomong lagi langsung baca aja ^^

 

 

[WARNING!!
Alur cerita cepat, maksa, absrut, gaje, garing blablabla. Typo masih bergentayangan dimana-mana hehe males edit ulang #jangan di tiru]

 

 

 

HAPPY READING ^_^

.

.

.

.

.

DONT LIKE, DONT READ

.

.

.

.

.

“Mungkin Eomma berpikir ini terlalu kekanakan. Tapi sebenarnya aku iri dengan Tao. Dia selalu berhasil mencuri perhatian Eomma. Bahkan hanya hal kecil yang dia lakukan Eomma selalu memujinya berlebihan”

 

“CUKUP BAEKHYUN ! CUKUP! “. Teriak Ny Hwang sambil menutup erat kedua telinganya. Dia benar-benar tidak mau mendengar Baekhyun meneruskan ucapannya.

 

“Sebenarnya sudah sejak 7 tahun yang lalu aku mau menunjukan ini. Waktu kami berkelahi. Tapi.. Eomma seperti tidak ada waktu mendengarkan ku”. Ungkap Baekhyun.

“Maafkan Eomma Baekhyun, maafkan Eomma”.

 

******

 

“Eh? Kita bertemu disini lagi”. Ucap Chanyeol mendapati Tao disana.

“Urus saja urusan mu sendiri”.Balas Tao ketus.


“Yaa~ pelan-pelan jalannya, kaki aku jadi tambah sakit”. Protes Chanyeol karna Tao berjalan sedikit cepat.

 

“Gomawo”.

 

Tao hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis.

 

Tao menatap bis itu yang semakin menjauh. Entah apa yang ada dipikiran Tao saat ini. Dalam waktu yang singkat sosok namja jangkung itu mampu membuat Tao bukan seperti Tao biasanya. Tao berani bersumpah, selama dia hidup baru kali ini dia bisa tersenyum dengan orang yang baru dia kenal.

Ada perasaan yang berbeda Tao rasakan saat bersama dengan namja jangkung itu. Yang Tao sendiri tidak tau artinya. Yang dia tau saat ini hanya, jantung ini berdebar aneh saat bersama dengannya.

BOY WOLF 2

 

 

 

 

Lanjutkan membaca “FF [YAOI] BOY WOLF // Chapter 2”